Perang Israel-Iran Memasuki Hari Keempat: Serangan Simultán ke Tehran dan Beirut, Israel Maju ke Lebanon Selatan, Korban Jiwa Melonjak

Phnom Penh/Jerusalem, 3 Maret 2026 — Konflik terbuka antara Israel (didukung AS) melawan Iran memasuki hari keempat dengan intensitas yang semakin tinggi. Militer Israel mengumumkan melakukan serangan simultan ke Tehran (Iran) dan Beirut (Lebanon) pada Selasa pagi, menargetkan instalasi militer Iran, pusat komando Korps Garda Revolusi (IRGC), dan gudang senjata Hezbollah. Serangan ini disertai kemajuan pasukan darat Israel di Lebanon selatan, di mana tentara Israel merebut wilayah tambahan untuk menciptakan “zona keamanan” lebih dalam guna melindungi komunitas perbatasan Israel dari serangan roket dan drone Hezbollah.EPICTOTO

Menurut pernyataan Menteri Pertahanan Israel Israel Katz, pasukan IDF telah diberi wewenang untuk “maju dan menguasai posisi strategis tambahan di Lebanon” setelah Hezbollah meluncurkan drone dan rudal ke utara Israel selama dua hari berturut-turut sebagai balasan atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada akhir Februari. Evakuasi wajib diberlakukan untuk puluhan desa di Lebanon selatan dan Lembah Beqaa, dengan setidaknya 52 orang tewas dan ratusan terluka akibat serangan udara Israel di Lebanon sejak Senin malam.

Di sisi Iran, serangan balasan terus berlanjut: rudal dan drone Iran menghantam sasaran di Israel (termasuk area Tel Aviv dan Petah Tikva), serta basis AS dan sekutunya di kawasan Teluk. Kedutaan Besar AS di Riyadh (Arab Saudi) terkena serangan drone, sementara enam tentara AS tewas dan 18 terluka di Kuwait. Iran menolak segala tawaran negosiasi selama serangan berlangsung, dengan korban jiwa di Iran dilaporkan mencapai ratusan hingga ribuan (menurut sumber independen).

Presiden AS Donald Trump dalam pernyataannya menyatakan bahwa “gelombang terbesar” serangan masih akan datang, dan operasi bisa berlangsung 4–5 minggu atau lebih lama. Trump menegaskan tujuan: menghancurkan kemampuan rudal Iran, angkatan lautnya, ambisi nuklir, dan dukungan terhadap kelompok militan. Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyerukan rakyat Iran untuk “turun ke jalan” dan menggulingkan rezim, menandakan tujuan rezim change sebagai sasaran utama Israel.

Dampak Regional dan Global:

  • Lebanon semakin terseret: Hezbollah menyatakan siap perang terbuka, sementara pemerintah Lebanon mengecam serangan Israel dan mempertimbangkan skenario invasi lebih luas.
  • Pasar global terguncang: Harga minyak melonjak tajam karena gangguan pasokan, Selat Hormuz terancam ditutup, dan bursa saham anjlok.
  • PBB dan hak asasi manusia: Sekjen PBB menyerukan de-eskalasi segera, dengan kekhawatiran atas korban sipil dan kerusakan infrastruktur nuklir Iran yang dikonfirmasi IAEA.
  • AS menutup dua kedutaannya di Teluk (Arab Saudi dan Kuwait) dan mendesak warganya meninggalkan 14 negara di Timur Tengah karena risiko keamanan tinggi.

Konflik ini telah meluas dari serangan awal AS-Israel pada 28 Februari menjadi perang regional yang melibatkan proksi Iran seperti Hezbollah. Belum ada tanda de-eskalasi, dan analis memperingatkan potensi eskalasi lebih lanjut jika serangan darat Israel di Lebanon membesar.